Museum Ngebung
Tentang Tempat Ini
Jelajah Waktu di Museum Ngebung: Titik Awal Penemuan Manusia Purba Sangiran Klaster Ngebung merupakan salah satu situs terpenting di kawasan Sangiran yang memiliki nilai historis luar biasa. Di sinilah sejarah besar dimulai; Ngebung menjadi lokasi penggalian pertama di Sangiran oleh peneliti G.H.R Von Koenigswald yang sukses menemukan jejak manusia purba dan berhasil menarik perhatian dunia arkeologi internasional. Penemuan di Ngebung inilah yang kemudian memicu berbagai ekskavasi lanjutan di situs-situs Sangiran lainnya. Menyusuri Jejak Eksplorasi di Ruang Pamer Museum Ngebung dikemas dengan sangat menarik, memadukan informasi sejarah dengan visual dan teknologi digital interaktif. Saat memasuki museum, pengunjung akan disambut oleh ruang diorama dan tiga ruang pamer (Display Room) yang sarat akan nilai edukasi: Ruang Pamer 1 (Era Awal Eksplorasi): Ruangan ini menceritakan awal mula ekskavasi arkeologis di Sangiran. Pengunjung dapat mengenal para peneliti awal seperti geolog Belanda J.L.C Van Es (1928), Eugene Dubois sang penemu Homo erectus, hingga tokoh bangsa Raden Saleh yang turut berperan sebagai kolektor fosil. Koleksi yang ditampilkan meliputi fosil awal fauna purba, peta geologi pertama Sangiran karya Van Es, koleksi lukisan Raden Saleh, hingga replika Homo erectus pertama yang dipresentasikan di Eropa. Ruang Pamer 2 (Sangiran Flakes Industry): Fokus pada perjalanan penelitian G.H.R Von Koenigswald di tahun 1934. Di sinilah ia menemukan alat-alat kebudayaan Homo erectus berbahan batu kalsedon dan jasper berukuran kecil (Batu Inti), yang membuat Ngebung dijuluki sebagai Sangiran Flakes Industry. Ruangan ini juga mengapresiasi tokoh-tokoh penting di balik layar, seperti Raden Toto Marsono, serta "Tiga Serangkai" penerus penelitian Sangiran: Teuku Jacob, Raden Pandji Sudjono, dan Sartono Sastromidjojo. Ruang Pamer 3 (Megafauna Purba): Ruangan spektakuler yang memamerkan temuan megafauna gajah purba Stegodon. Fosil gajah raksasa ini direkonstruksi secara realistis dan dipajang berdiri, memberikan pengalaman visual yang mengagumkan sekaligus memaparkan perkembangan penelitian di kawasan Ngebung. Panorama Alam & Spot Foto Menawan Terletak di Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, museum ini tidak hanya memanjakan pengunjung dengan wawasan purbakala. Dikelilingi oleh panorama alam yang menawan dan sejuk, kawasan Klaster Ngebung juga menawarkan banyak sudut estetis dan spot foto keren untuk mengabadikan momen berharga Anda bersama keluarga. Informasi Kunjungan & Jam Operasional Hari Buka: Selasa – Minggu (Hari Senin tutup untuk pemeliharaan kawasan museum) Jam Operasional: 08.00 – 16.00 WIB Lokasi: Desa Ngebung, Kec. Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Ulasan 0
Mungkin Anda Juga Suka
Rekomendasi cerdas berdasarkan kemiripan suasana dan selera pengguna.
Belum Ada Rekomendasi
Tempat ini belum memiliki tagar karakteristik atau ulasan yang cukup. Berikan ulasan pertamamu agar rekomendasi muncul!


